Memasuki usia lanjut, sistem kekebalan tubuh (imun) secara alami mengalami penurunan atau yang dikenal sebagai imunosenesens. Kondisi ini membuat lansia jauh lebih rentan terhadap infeksi penyakit menular yang mungkin hanya menimbulkan gejala ringan pada usia muda, tetapi berpotensi fatal pada lansia. Oleh karena itu, vaksinasi tidak hanya sebatas anjuran, melainkan bagian krusial dari upaya pencegahan. Selain vaksin influenza yang sudah umum dikenal, terdapat beberapa jenis Imunisasi Wajib lain yang harus diketahui dan dipatuhi jadwalnya oleh lansia dan keluarga mereka demi perlindungan maksimal.

Program perlindungan kesehatan masyarakat untuk lansia saat ini menekankan pentingnya Imunisasi Wajib guna mencegah penyakit serius yang dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang atau bahkan kematian. Vaksin yang paling sering diabaikan, padahal dampaknya besar, adalah vaksin Pneumokokus. Vaksin ini berfungsi melindungi dari infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang menyebabkan pneumonia (radang paru-paru), meningitis, dan infeksi aliran darah. Di Indonesia, jadwal rekomendasi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk vaksin Pneumokokus (PCV atau PPSV23) biasanya dimulai pada usia 65 tahun, meskipun dapat diberikan lebih awal bagi lansia dengan kondisi medis kronis tertentu. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan per Januari 2025, tingkat fatalitas kasus pneumonia pada lansia yang tidak divaksinasi adalah empat kali lipat lebih tinggi dibandingkan yang sudah menerima vaksinasi.

Vaksin penting lainnya yang termasuk dalam daftar Imunisasi Wajib adalah vaksin Herpes Zoster. Penyakit shingles (cacar ular), yang disebabkan oleh virus Varicella Zoster (virus yang sama dengan penyebab cacar air), dapat menyebabkan nyeri saraf yang parah dan berkepanjangan (Neuralgia Pasca-Herpes) yang sangat mengganggu kualitas hidup lansia. Vaksin Herpes Zoster direkomendasikan untuk semua orang dewasa di atas usia 50 tahun, terlepas dari riwayat pernah mengalami cacar air sebelumnya. Pemberian vaksin ini biasanya memerlukan dua dosis dengan interval waktu yang ditentukan, dan harus dipastikan jadwalnya agar perlindungan optimal tercapai.

Selain itu, lansia juga perlu memastikan mereka terlindungi dari Tetanus, Difteri, dan Pertusis (batuk rejan) dengan Imunisasi Wajib Tdap (Tetanus, Diphtheria, and acellular Pertussis). Meskipun tetanus jarang terjadi, difteri dan pertusis dapat sangat berbahaya pada lansia, terutama pertusis yang dapat menyebabkan batuk parah hingga patah tulang rusuk atau penurunan berat badan drastis. Lansia dianjurkan untuk menerima satu dosis booster Tdap setidaknya sekali seumur hidup, dan kemudian booster Td (Tetanus dan Difteri) setiap 10 tahun sekali. Program sosialisasi vaksinasi ini terus digencarkan, salah satunya melalui Posyandu Lansia “Bakti Sehat” di Kelurahan Cempaka, yang pada hari Minggu, 27 April 2025, mengadakan penyuluhan khusus tentang jadwal dan jenis vaksin yang tepat bagi lansia, dengan asistensi langsung dari petugas kesehatan masyarakat setempat. Mengetahui dan mematuhi jadwal Imunisasi Wajib ini adalah investasi kesehatan jangka panjang.